Friday, November 30, 2012
Movie Review : Life of Pi
Jujur saya baru tau Life of Pi beberapa minggu yang lalu dari sebuah trailer di youtube, dan seketika saya tau saya harus menontonnya. film (yang belakangan saya tahu) berdasarkan sebuah Novel karya Yann Martell (2001) yang konon sangat terkenal dalam waktu perilisannya dan memenangkan beberapa penghargaan bergengsi dengan judul yang sama.
Lima menit pertama mata dan telinga kita langsung dimanjakan dengan visual 3D yang indah dan alunan lagu india yang sangat menenangkan. Dari situ saya langsung tau film ini tidak main-main.
Life of Pi, Sebuah cerita seorang anak india yang cerdas bernama Pi Patel yang dibesarkan dalam keluarga pengusaha kebun binatang di India yang sangat demokratis, membebaskan anaknya memahami segala hal dan keyakinan sebagai bekal hidupnya dikemudian hari.
Pada suatu ketika, 'issue' politik di India pada saat itu membuat ayahnya memutuskan menjual koleksi binatangnya dan membawa keluarganya pindah ke Canada demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Sampai pada akhirnya dia harus dihadapkan dengan kehilangan keluarganya dalam sebuah kecelakaan kapal laut dan kenyataan menjadi satu-satunya orang yang selamat terdampar dalam sebuah 'skoci' bersama bersama seekor Zebra, Orang utan, Hyena dan seekor Macan terombang ambing di tengah lautan pasifik.
Diakhir cerita kita disuguhkan pada dua cerita yang berbeda yang menggelitik nalar kita akan keberadaan Tuhan. Apakah tuhan itu benar-benar ada?
Wah dalam ya, karena selain film survival film Ini memang sebuah film petualangan religius dalam mencari keberadaan Tuhan yg di sajikan tanpa sedikitpun menggurui.
Jangan heran jika film ini berjalan pelan, Ang lee memang sutradara yg dikenal dengan gaya penyampaian cerita yang sangat lambat, karena dia ingin penonton benar-benar memahami karakter dari sebuah cerita. Beberapa orang menganggapnya membosankan, tidak sedikit juga orang menganggapnya mengagumkan. Ya kalau tidak kuat 'iman' kita akan berakhir tidur nyenyak di kursi bioskop.
Terlihat dari beberapa film yang mengangkat namanya dari Crouching Tiger Hidden Dragon, Brokeback Mountain sampai gaya penyutradaraannya juga di terapkan pula pada film Marvel Hulk.
Sedikit berbicara mengenai Hulk, Hulk (2003) adalah film superhero pertama yang benar-benar mengedepankan pendalaman karakter dari tokoh utama dan 'menomor dua' kan ke megahan aksi 3D, mungkin film itu tidak begitu sukses di pasaran tapi saya bilang itu masterpiece, yang tidak disadari merubah semua 'gaya' film superhero yang ada setelahnya.
Kebanyakan film 3D pada akhirnya hanya memberikan penonton pengalaman 3D yang mengagumkan dan mengabaikan ceritanya, tapi ini berbeda dua-duanya mengagumkan.
Life of Pi menggunakan Teknologi CGI terbaik saat ini, selama film berlangsung saya bahkan sukar mempercayai bahwa macan itu sebenarnya tidak nyata. Hanya sedikit adegan yang menggunakan macan sungguhan.
Ketika sebuah film membuatmu terenyuh itu adalah film bagus, ketika sebuah film membuatmu terenyuh dan meneteskan air mata maka itu adalah film yang sangat bagus. Setidaknya itu yang saya rasakan.
Kadang saya merasa beruntung 'tidak diberikan kegemaran' membaca novel, karena ketika novel itu di film kan saya tidak berharap terlalu besar dengan membandingkan keduanya sehingga saya terserap dengan visual yang nyata tanpa perasaan kecewa yang mendalam. karena saya tau sehebat apapun sebuah film tidak akan bisa mengalahkan sebuah novel, bukan?.
Akhir cerita ini adalah film yang sangat bagus, tokoh Pi Patel muda dan dewasa yang diperankan dengan baik, film dimana 3D dan cerita mengalir bersamaan tanpa memaksakan untuk menujukan kehebatan teknologi CGI saat ini, film 'survival' yang apik. Percayalah mata kamu akan benar-benar dimanjakan. Film yang wajib untuk ditonton dan sudah pasti salah satu film terbaik tahun ini. Hi Oscar :)
Tuesday, February 7, 2012
Movie Review : Chronicle
Beberapa menit pertama saya berfikir film ini akan 'payah' dan saya akan menghabiskan 84 menit waktu saya dengan percuma, tapi seiring cerita berjalan saya berkata lain, film ini mempunyai sesuatu yang membuat saya bertahan untuk tidak memainkan iPhone saya, membalas tweet yg masuk, ngelirik ekspresi wanita cantik dua kursi setelah teman saya, atau hanya sekedar melihat jam untuk mengetahui berapa lama film ini akan selesai.
Film ini istimewa, karena cara pengambilan gambarnya menggunakan sistem kamera saku atau istilahnya "Found Footage", saya pribadi suka dengan konsep film seperti ini, karena membuat seolah-olah kita masuk ambil bagian kedalam adegan tersebut dan tidak dipusingkan dengan rangkaian cerita lain seperti cerita campur tangan pemerintah dan lain-lain. Bagi yang pernah menonton "Cloverfield" atau "Paranormal activity" pasti tahu.
Berawal dari seorang remaja bernama Andrew yang berniat memfilmkan kegiatan kesehariannya dari ayahnya yang pemabuk berat, ibunya yang sedang sakit kanker dan kehidupan remajanya yang membosankan.
Inti film ini menceritakan tiga orang remaja Sekolah Atas yang mendapatkan kekuatan super dari penemuan mereka di sebuah hutan. adegan demi adegan mengalir dengan apa adanya, dimulai dari konyolnya tiga orang remaja ketika mulai memahami kekuatan supernya sampai kepada konflik pribadi menjadi sumber masalah utama dalam menggunakan kekuatan itu hingga membuat dampak kekacuan yang lebih dahsyat.
Film ini mengalir ringan, para pemainnya saya bilang cukup bagus dalam menainkan peranya, emosi karakternya meningkat dengan rapih. Mengingat film ini termasuk ber-Budget rendah tentu jangan mengharapkan effect CGi sedahsyat film Marvel. Tapi saya cukup menghargainya dan mulai tidak menjadi masalah seiring film terus berjalan.
Saya pribadi menikmati film ini, saya rasa untuk orang yang sedang sedikit bosan dengan film super hero yang comical akan menyukainya, Chronicle film bagus, saya merekomendasikannya.
Saya beri 4 dari 5 bintang.
Director : Josh Trank
Stars : Dane DeHaan, Alex Russell and Michel B. Jordan
Film ini istimewa, karena cara pengambilan gambarnya menggunakan sistem kamera saku atau istilahnya "Found Footage", saya pribadi suka dengan konsep film seperti ini, karena membuat seolah-olah kita masuk ambil bagian kedalam adegan tersebut dan tidak dipusingkan dengan rangkaian cerita lain seperti cerita campur tangan pemerintah dan lain-lain. Bagi yang pernah menonton "Cloverfield" atau "Paranormal activity" pasti tahu.
Berawal dari seorang remaja bernama Andrew yang berniat memfilmkan kegiatan kesehariannya dari ayahnya yang pemabuk berat, ibunya yang sedang sakit kanker dan kehidupan remajanya yang membosankan.
Inti film ini menceritakan tiga orang remaja Sekolah Atas yang mendapatkan kekuatan super dari penemuan mereka di sebuah hutan. adegan demi adegan mengalir dengan apa adanya, dimulai dari konyolnya tiga orang remaja ketika mulai memahami kekuatan supernya sampai kepada konflik pribadi menjadi sumber masalah utama dalam menggunakan kekuatan itu hingga membuat dampak kekacuan yang lebih dahsyat.
Film ini mengalir ringan, para pemainnya saya bilang cukup bagus dalam menainkan peranya, emosi karakternya meningkat dengan rapih. Mengingat film ini termasuk ber-Budget rendah tentu jangan mengharapkan effect CGi sedahsyat film Marvel. Tapi saya cukup menghargainya dan mulai tidak menjadi masalah seiring film terus berjalan.
Saya pribadi menikmati film ini, saya rasa untuk orang yang sedang sedikit bosan dengan film super hero yang comical akan menyukainya, Chronicle film bagus, saya merekomendasikannya.
Saya beri 4 dari 5 bintang.
Director : Josh Trank
Stars : Dane DeHaan, Alex Russell and Michel B. Jordan
Friday, January 27, 2012
The Cat Returns - Journey to a magical world
Tidak selalu tindakan menolong itu mendapatkan efek yang 'menyenangkan', ya setidaknya itulah yang harus dialami oleh Haru, seorang siswi sekolah atas yang sedang bosan dengan kehidupan sehari-harinya.
Semua bermula pada saat Haru menolong seekor kucing yang hendak tertabrak sebuah truk ketika menyebrang jalan, kucing itupun selamat dan tidak disangka kucing tersebut berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada Haru. Sejenak Haru pun kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
Pada suatu malam kediaman Haru tiba-tiba di kunjungi oleh rombongan dari kerajaan Kucing, tidak tanggung-tanggung Raja Kucing pun turut mendatanginya, yang ternyata dia adalah ayah dari seekor kucing yang diselamatkan Haru sebelumnya. Dia datang khusus untuk mengucapkan terimakasih secara langsung kepada Haru dan menjanjikan sesuatu yang menyenangkan akan datang padanya mulai esok hari sebagai tanda terimakasihnya terdalamnya.
Sambil menganggap kejadian semalam adalah mimpi, pagi pun dimulai dengan tidak biasa, halaman rumahnya ditumbuhi tumbuhan 'cat tail', keberangkatan Haru diiringi oleh kucing-kucing disekitarnya, raketnya yang patah ketika menyelamatkan kucing digantinya dengan yang baru bukan hanya satu tapi sangat banyak, loker sekolahnya dipenuhi kado-kado kecil yang ternyata adalah tikus! Semua hal yang disukai kucing dan tidak untuk manusia datang padanya.
Pada suatu siang Haru kembali didatangi lagi oleh perwakilan kerajaan kucing untuk mengajaknya ke negeri Kerajaan Kucing dengan menjanjikan suasana yang indah, dan tidak hanya itu kucing itu juga menyampaikan keiinginan sang Raja untuk menjadikan Haru sebagai Menantunya dengan menikahi kucing yang diselamatkan sebelumnya! sambil berkhayal dengan keindahan alam kerajaan kucing yang tidak didapatkan dikesehariannya Haru pun sempat berujar mungkin akan menjadi menyenangkan jika berkunjung ke tempat itu, ternyata ucapannya diaminin si kucing dangan mengatakan dia akan menjemputnya nanti malam, nah lho,, !!
Dan petualangan pun dimulai, dimana matanya akan terbuka dengan dunia lain dan berhadapan langsung dengan takdirnya. untuk merubah takdir tersebut Haru harus percaya pada diri sendiri dan selama proses itu dia akan belajar dan mulai menghargai kehidupannya.
Ya film yang saya ceritakan sebagian itu berjudul "The Cat Return" film Kartun karya dari Hiroyuki Moruta dan tentu konsep dari siempunya Studio Ghibli Hayao Miyazaki yang sangat terkenal dengan mempertahankan animasi 'tradisional' dan ceritanya yang Magical ditengah gempuran animasi 3D dari Hollywood.
Buat para penggemar film animasi berkualitas ala studio Ghibli Film ini sangat cocok. film keluarga yang ringan dan lucu, gimana gak lucu film ini diisi dengan banyak Kucing!
Labels:
animasi,
film,
magical,
Movie,
review,
Studio Ghibli,
the cat return
Subscribe to:
Comments (Atom)




